Selasa, 30 September 2014
KAJIAN ANTROPOLOGI TERHADAP DINAMIKA SOSIAL BUDAYA DALAM KESEHATAN
OLEH :
FINKA KARUNIA MELDRIANA
K111 14 073
KELAS : C
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2014
A. KAJIAN ANTROPOLOGI
Secara etimologis, antropologi berasal dari Bahasa Yunani dan merupakan bentuk kombinasi dari kata anthropus (makhluk manusia) dan logia (studi). Namun secara umum, antropologi merupakan salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu.
Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal, tunggal dalam arti kesatuan masyarakat yang tinggal daerah yang sama, antropologi mirip seperti sosiologi tetapi pada sosiologi lebih menitik beratkan pada masyarakat dan kehidupan sosialnya.
Sebagai suatu disiplin ilmu yang sangat luas cakupannya, maka tidak ada seorang ahli antropologi yang mampu menelaah dan menguasai antropologi secara sempurna. Demikianlah maka antropologi dipecah-pecah menjadi beberapa bagian dan para ahli Antropologi masing-masing mengkhususkan diri pada spesialisasi sesuai dengan minat dan kemampuannya untuk mendalami studi secara mendalam pada bagian-bagian tertentu dalam antropologi. Dengan demikian, spesialisasi studi antropologi menjadi banyak, sesuai dengan perkembangan ahli-ahli antropologi dalam mengarahkan studinya untuk lebih mamahami sifat-sifat dan hajat hidup manusia secara lebih banyak.
Antropologi secara garis besar dipecah menjadi 2 bagian yaitu antropologi fisik/biologi dan antropologi budaya. Tetapi dalam pecahan antropologi budaya, terpecah – pecah lagi menjadi banyak sehingga menjadi spesialisasi – spesialisasi.
Secara umum antropologi terbagi atas dua bidang ilmu, yakni antropologi biologi dan antropologi budaya. Kedua bidang ini terbagi lagi menjadi beberapa sub bagian sebagai berikut.
1. Antropologi biologi
a. Paleoantropologi
Merupakan sub bagian antropologi biologi yang meneliti dan mempelajari asal-usul dan perkembangan evolusi manusia dari sudut fisiknya, mulai dari ketika kondisinya masih berupa Homo erectus sampai menjadi Homo sapiens modern.
b. Antropologi fisik
Merupakan sub bagian antropologi yang mengkaji tentang variasi-variasi yang terdapat pada umat manusia dipandang dari sudut cirri-ciri fisiknya. Misalnya bentuk dan ukuran tubuhnya, warna kulit dan rambutnya, indeks tengkorak, frekuensi golongan darah, dan sebagainya. Selain itu masih terdapat beberapa sub-sub bidang antropologi yang mengkaji tentang keadaan fisik manusia diantaranya :
- Somatologi, yakni sub bagian antropologi fisik yang mengkaji tentang varietas manusia yang masih hidup, perbedaan jenis kelamin, penggolongan ras, dan variasi perorangan.
- Antropometri, yaitu sub bagian antropologi fisik yang mengkaji tentang pengukuran tubuh manusia.
- Studi perbandingan tentang pertumbuhan organic dan antropologi kosntitusi (ketubuhan) yang mempelajari efek-efek lingkungan terhadap bangsa-bangsa, dan interaksinya terhadap cirri-ciri khusus yang terdapat pada bangsa-bangsa serta bagaimana dan mengapa terdapat jenis-jenis penyakit tertentu yang menimbulkan efek terhadap bangsa-bangsa yang berbeda, dan tingkah laku khusus yang berkaitan dengan perilaku kriminalitas.
2. Antropologi budaya
a. Antropologi linguistik
Merupakan sub bagian antropologi budaya yang kajiannya berfokus pada penelusuran timbulnya bahasa dan terjadinya variasi dalam bahasa-bahasa itu selama suatu jangka waktu berabad-abad.
b. Arkeologi (prasejarah)
Merupakan sub bagian antropologi budaya yang kajiannya terfokus pada cara hidup manusia pada periode sebelum mengenal tradisi tulis. Dewasa ini, pakar arkeologi juga telah mengkaji tentang munculnya Negara perkotaan dengan perhatian lebih diarahkan pada teori proses social dan tidak pada peradaban klasik.
c. Etnologi
Merupakan sub bagian antropologi budaya yang kajiannya terfokus pada upaya untuk menyusun generalisasi dan teori tentang perilaku dan social budaya manusia.
B. DINAMIKA SOSIAL BUDAYA DALAM KESEHATAN
Dinamika merupakan gerak secara terus menerus yang menimbulkan suatu perubahan. Adapun pengertian dinamika social oleh beberapa ahli sebagai berikut.
1. Selo Soemardjan
Perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya termasuk di dalam nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompo dalam masyarakat.
2. Koenig
Perubahan social merujuk pada modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia.
3. Gillin dan Gillin
Perubahan social adalah suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk dan ideology maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan bari di dalam masyarakat.
4. Hans Garth dan C. Wright Mils
Perubahan social adalah apapun yang terjadi dalam kurun waktu tertentu terhadap peran, lembaga, atau tatanan yang meliputi struktur social.
Jadi, dari beberapa pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa perubahan social budaya adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam masyarakat pada kurun waktu tertentu yang berupa perubahan cara hidup maupun pola-pola kehidupan masyarakat tersebut yang disebabkan baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan matrial, komposisi penduduk dan ideology maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru di dalam masyarakat.
Ada beberapa aspek sosial yang mempengaruhi status kesehatan antara lain adalah :
1. Umur
Jika dilihat dari golongan umur maka ada perbedaan pola penyakit berdasarkan golongan umur. Misalnya balita lebiha banyak menderita penyakit infeksi, sedangkan golongan usila lebih banyak menderita penyakit kronis seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, kanker, dan lain-lain.
2. Jenis Kelamin
Perbedaan jenis kelamin akan menghasilkan penyakit yang berbeda pula. Misalnya dikalangan wanita lebih banyak menderita kanker payudara, sedangkan laki-laki banyak menderita kanker prostat.
3. Pekerjaan
Ada hubungan antara jenis pekerjaan dengan pola penyakit. Misalnya dikalangan petani banyak yang menderita penyakit cacing akibat kerja yang banyak dilakukan disawah dengan lingkungan yang banyak cacing. Sebaliknya buruh yang bekerja di industri, misal di pabrik tekstil banyak yang menderita penyakit saluran pernapasan karena banyak terpapar dengan debu.
4. Sosial Ekonomi
Keadaan sosial ekonomi juga berpengaruh pada pola penyakit. Misalnya penderita obesitas lebih banyak ditemukan pada golongan masyarakat yang berstatus ekonomi tinggi, dan sebaliknya malnutrisi lebih banyak ditemukan dikalangan masyarakat yang status ekonominya rendah.
Menurut H.Ray Elling (1970) ada 2 faktor sosial yang berpengaruh pada perilaku kesehatan :
1. Self concept
Self concept kita ditentukan oleh tingkatan kepuasan atau ketidakpuasan yang kita rasakan terhadap diri kita sendiri, terutama bagaimana kita ingin memperlihatkan diri kita kepada orang lain. Apabila orang lain melihat kita positip dan menerima apa yang kita lakukan, kita akan meneruska perilaku kita, begitu pula sebaliknya.
2. Image kelompok
Image seorang individu sangat dipengaruhi oleh image kelompok. Sebagai contoh, anak seorang dokter akan terpapar oleh organisasi kedokteran dan orang-orang dengan pendidikan tinggi, sedangkan anak buruh atau petani tidak terpapar dengan lingkungan medis, dan besar kemungkinan juga tidak bercita-cita untuk menjadi dokter.
Beberapa sspek budaya yang mempengaruhi status kesehatan menurut G.M. Foster (1973) antara lain :
1. Pengaruh tradisi
Ada beberapa tradisi didalam masyarakat yang dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan masyarakat.
2. Sikap fatalistis
Hal lain adalah sikap fatalistis yang juga mempengaruhi perilaku kesehatan. Contoh : Beberapa anggota masyarakat dikalangan kelompok tertentu (fanatik) yang beragama islam percaya bahwa anak adalah titipan Tuhan, dan sakit atau mati adalah takdir, sehingga masyarakat kurang berusaha untuk segera mencari pertolongan pengobatan bagi anaknya yang sakit.
3. Sikap ethnosentris
Sikap yang memandang kebudayaan sendiri yang paling baik jika dibandingkan dengan kebudayaan pihak lain.
4. Pengaruh perasaan bangga pada statusnya
Contoh : Dalam upaya perbaikan gizi, disuatu daerah pedesaan tertentu, menolak untuk makan daun singkong, walaupun mereka tahu kandungan vitaminnya tinggi. Setelah diselidiki ternyata masyarakat bernaggapan daun singkong hanya pantas untuk makanan kambing, dan mereka menolaknya karena status mereka tidak dapat disamakan dengan kambing.
5. Pengaruh norma
Contoh : upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi banyak mengalami hambatan karena ada norma yang melarang hubungan antara dokter yang memberikan pelayanan dengan bumil sebagai pengguna pelayanan.
6. Pengaruh nilai
Nilai yang berlaku didalam masyarakat berpengaruh terhadap perilaku kesehatan.
Contoh : masyarakat memandang lebih bergengsi beras putih daipada beras merah, padahal mereka mengetahui bahwa vitamin B1 lebih tinggi diberas merah daripada diberas putih.
7. Pengaruh unsur budaya yang dipelajari pada tingkat awal dari proses sosialisasi terhadap perilaku kesehatan. Kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil akan berpengaruh terhadap kebiasaan pada seseorang ketika ia dewasa. Misalnya saja, manusia yang biasa makan nasi sejak kecil, akan sulit diubah kebiasaan makannya setelah dewasa.
8. Pengaruh konsekuensi dari inovasi terhadap perilaku kesehatan
Apabila seorang petugas kesehatan ingin melakukan perubahan perilaku kesehatan masyarakat, maka yang harus dipikirkan adalah konsekuensi apa yang akan terjadi jika melakukan perubahan, menganalisis faktor-faktor yang terlibat/berpengaruh pada perubahan, dan berusaha untuk memprediksi tentang apa yang akan terjadi dengan perubahan tersebut.
Dari pemaparan di atas mengenai kajian antropologi, aspek social dalam kesehatan, dan aspek budaya dalam kesehatan dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan adanya dinamika social budaya dalam kesehatan secara tidak langsung juga akan menambah kajian antropologi tersebut menjadi beberapa kajian utaman yaitu :
1. Individu itu sendiri
2. Social budaya dalam kehidupan bermasyarakat individu tersebut
3. Perilaku individu
4. Dinamika atau perubahan yang terjadi
DAFTAR PUSTAKA
Basir Said, Muhammad (1998). Pengantar Antropologi. Makassar.
Muhammad Syukri (2013). Pendidikan Dasar. From Makalah Antropologi | Pendidikan Dasar, 9 September 2014
Wikipedia (2013). Antropologi. From http://id.wikipedia.org/wiki/Antropologi, 9 September 2014
Yoga Si Ore Crot (2012). Dinamika Sosial Budaya dan Keanekaragaman Budaya. From Ciptakan Karya Kalian: DINAMIKA SOSIAL BUDAYA DAN KEANEKARAGAMAN BUDAYA, 9 September 2014
Muhammad Rozhikin (2013). Hubungan Kebudayaan Dengan Kesehatan. From D' Dzirnith El-Classico: Hubungan Kebudayaan dengan Kesehatan, 9 September 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar