Selasa, 30 September 2014
ANTROPOLOGI DAN SOSIOLOGI KESEHATAN
OLEH :
FINKA KARUNIA MELDRIANA
K111 14 073
KELAS : C
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2014
A. ANTROPOLOGI KESEHATAN
Antropologi sendiri berasal dari kata Yunani “anthropos” yang berarti manusia dan “logos” yang berarti ilmu atau wacana. Antropologi merupakan salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi lahir atau muncul berawal dari ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa.
Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal, tunggal dalam arti kesatuan masyarakat yang tinggal daerah yang sama, antropologi mirip seperti sosiologi tetapi pada sosiologi lebih menitik beratkan pada masyarakat dan kehidupan sosialnya.
Beberapa ahli telah memberikan definisi tentang Antropologi Kesehatan. Di bawah ini dijelaskan dari masing-masing definisi Antropologi Kesehatan tersebut. Pemaparannya diurutkan menurut tahun definisi tersebut dikeluarkan.
Hasan dan Prasad (1959)
Antropologi Kesehatan adalah cabang dari ilmu mengenai manusia yang mempelajari aspek-aspek biologi dan kebudayaan manusia (termasuk sejarahnya) dari titik tolak pandangan untuk memahami kedokteran (medical), sejarah kedokteran medico-historical), hukum kedokteran (medico-legal), aspek sosial kedokteran (medico-social) dan masalah-masalah kesehatan manusia.
Weaver, (1968)
Antropologi Kesehatan adalah cabang dari antropologi terapan yang menangani berbagai aspek dari kesehatan dan penyakit.
Hochstrasser dan Tapp (1970)
Antropologi Kesehatan adalah pemahaman biobudaya manusia dan karya-karyanya, yang berhubungan dengan kesehatan dan pengobatan.
Fabrga (1972)
Antropologi Kesehatan adalah studi yang menjelaskan berbagai faktor yaitu mekanisme dan proses yang memainkan peranan didalam atau mempengaruhi cara-cara dimana individu-individu dan kelompok-kelompok terkena oleh atau berespons terhadap sakit dan penyakit, dan juga mempelajari masalah-masalah sakit dan penyakit dengan penekanan terhadap pola-pola tingkahlaku.
Lieban (1977)
Antropologi Kesehatan adalah studi tentang fenomena medis yang dipengaruhi oleh sosial dan kultural, dan fenomena sosial dan kultural diterangi oleh aspek-aspek medis.
Landy (1977)
Antropologi Kesehatan adalah studi mengenai konfrontasi manusia dengan penyakit dan keadaan sakit, dan mengenai susunan adaptif (yaitu sistem medis dan obat-obatan) dibuat oleh kelompok manusia untuk berhubungan dengan bahaya penyakit pada manusia sekarang ini.
Foster dan Anderson (1978)
Antropologi Kesehatan adalah disiplin yang memberi perhatian pada aspek-aspek biologis dan sosio-budya dari tingkahlaku manusia, terutama tentang cara-cara interaksi antara keduanya disepanjang sejarah kehidupan manusia, yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit pada manusia.
1. Kajian Antropologi Kesehatan
Kajian antropologi kesehatan mengarah pada manusia dan perilaku seputar masalah kesehatan. Bagaimana perilaku masyarakat yang sampai saat ini masih bertahan dengan pengobatan tradisional, pelaksanaan keluarga berencana, pembukaan praktik klinik pengobatan medis, dan sebagainya. Menurut foster dan Anderson lapangan kajian antropologi kesehatan dibagi menjadi dua:
a. Kutub biologis, perhatinya pada pertumbuhan dan perkembangan fisik manusia, peranan penyakit dalam evolusi manusia, adaptasi biologis terhadap perubahan lingkungan alam, dan pola penyakit di kalangan manusia purba.
b. Kutub sosio-budaya perhatiannya pada sistem kesehatan tradisional yang mencakup aspek-aspek etiologis, terapi, ide, dan praktik pencegahan penyakit, serta peranan praktisi medis tradisional, masalah perawatan kesehatan biomedik, perilaku kesehatan, peranan pasien, perilaku sakit, interaksi dokter dengan pasien, dan masalah inovasi kesehatan.
Menurut Lieban (1977) lapangan kajian utama dari antropologi kesehatan adalah
a. Ekologi dan epidemologi
Mengkaji peningkatan penyakit dilihat dalam kaitannya dengan proses perkembangan/pembangunan.
b. Etnomedisin
Mengkaji pengobatan rakyat (folk medicine) klasifikasi penyakit yang berbeda, terapi dan prevensi tradisional.
c. Aspek medik dari sistem sosial
Persepsi yang berkembang di masyarakat bahwa sakit dipandang sebagai sanksi sosial utama (hukuman dari perbuatan yang salah)
d. Ilmu kedokteran (medicine) dan perubahan budaya
Membahas adanya kenyataan bahwa ketersediaan secara meluas pengobatan modern merupakan salah satu perubahan yang utama yang telah terjadi disebagian besar Negara.
2. Objek Antropologi Kesehatan
a. Suatu kelompok manusia di bawah tekanan kebutuhan dan pengaruh kepercayaan, dan tujuan yang sama, tersatukan dalam suatu rangkaian kesatuan kehidupan bersama
b. Hubungan antar-individu terbentuk dalam satu komunikasi yang saling ketergantungan
c. Sekelompok masyarakat yang menempati wilayah ukuran kecil maupun sangat luas
B. SOSIOLOGI KESEHATAN
Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Ungkapan ini dipublikasikan diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857). Walaupun banyak definisi tentang sosiologi namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat.
Sosiologi kesehatan merupakan cabang sosiologi yang relatif baru. Di masa lalu dalam sosiologi telah lama dikenal cabang sosiologi, sosiologi medis, yang merupakan pendahulu sosiologi kesehatan dan terkait erat dengannya. Menurut Mechanic tugas medis hanya dapat dilaksanakan secara efektif manakala dipertimbangkan baik faktor biologis maupun faktor sosial dan psikologis. Mulai dikajinya peran faktor sosial-budaya dalam keberhasilan pelaksanaan tugas medis menjadi dasar bagi tumbuh dan berkembangnya sosiologi medis. Straus membedakan antara sosiologi mengenai bidang medis dan sosiologi dalam bidang medis. Menurutnya sosiologi mengenai bidang medis terdiri atas kajian sosiologis terhadap faktor di bidang medis yang dilaksanakan oleh ahli sosiologi yang menempati posisi mandiri di luar bidang medis dan bertujuan mengembangkan sosiologi serta untuk menguji prinsip dan teori sosiologi. Menurut Kendall dan Reader, sosiologi mengenai bidang medis mengulas masalah yang menjadi perhatian sosiologi profesi dan sosiologi organisasi. Menurut Straus sosiologi dalam bidang medis merupakan penelitian dan pengajaran bersama yang sering melibatkan pengintegrasian konsep, teknik dan personalia dari berbagai disiplin, dalam mana sosiologi digunakan sebagai pelengkap bidang medis. Dalam perkembangan selanjutnya perhatian sosiologi medis meluas ke berbagai masalah kesehatan di luar bidang medis. Dengan demikian, berkembanglah bidang sosiologi kesehatan.
Dalam menganalisis situasi kesehatan, sosiologi kesehatan bermanfaat untuk mempelajari cara orang mencari pertolongan medis. Selain itu, perhatian sosiologi terhadap perilaku sakit umumnya dipusatkan pada pemahaman penduduk mengenai gejala penyakit serta tindakan yang dianggap tepat menurut tata nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Manfaat sosiologi kesehatan yang lain adalah menganalisis faktor-faktor sosial dalam hubungannya dengan etiologi penyakit. Aspek lain yang menjadikan sosiologi bermanfaat bagi praktek medis bahwa sakit dan cacat fisik selain sebagai kenyataan sosial sekaligus juga sebagai kenyataan medis. Sosiologi kesehatan juga memberikan analisis tentang hubungan dokter-pasien. Dikemukakan bahwa hubungan tersebut meliputi berbagai konflik potensial, seperti konflik kepentingan pasien dengan kepentingan keluarga dan dokter.
Sehingga dari pemaparan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sosiologi sangat berhubungan dengan kesehatan yang mana faktor sosial-budaya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaan tugas medis/kesehatan. Para dokter tidak hanya harus mampu dalam menangani masalah medis atau gangguan yang diderita pasien tetapi juga menangani pemenuhan kebutuhan sosial dan emosional pasien karena dewasa ini tampak kecenderungan bahwa pola penyakit telah berubah. Orang mencari pertolongan medis bukan lagi semata-mata karena takut mati, melainkan karena ingin agar pekerjaannya sehari-hari tidak terganggu, atau ingin mengembangkan kemampuan fisik dan intelektual seoptimal mungkin. Tujuan penerapan sosiologi dalam bidang kesehatan dan bidang kedokteran adalah menambah kemampuan para dokter untuk melakukan penilaian klinis secara rasional, menambah kemampuan untuk mengatasi persoalan-persoalan yang dialami dalam praktek,mampu memahami dan menghargai prilaku pasien, kolega serta organisasi,dan menambah kemampuan dan keyakinan dokter dalam menangani kebutuhan sosial dan emosional pasien,sebaik kemampuan yang mereka miliki dalam menangani gangguan penyakit yang diderita pasien.
1. Kajian Sosiologi Kesehatan
a. antara lingkungan sosial dengan kesehatan dan kondisi sakit
b. Perilaku sehat dan sakit
2. Objek Sosiologi Kesehatan
a. Interaksi antar individu tindakan yang saling berkaitan
b. Adaptasi budaya daya / kekuatan internal masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan perubahan sosial
c. Perubahan sosial terjadi secara cepat, menimbulkan konflik antara golongan muda dengan golongan orang tua
d. Interaksi lebih disebabkan faktor kepentingan daripada faktor pribadi
DAFTAR PUSTAKA
Wikipedia (2013). Antropologi. From http://id.wikipedia.org/wiki/Antropologi, 27 Agustus 2014
Derichard H. Putra (2012). Antropologi Kesehatan, Sebuah Definisi. From http://kalamenau.blogspot.com/2011/05/antropologi-kesehatan-sebuah-definisi.html, 27 Agustus 2014
Mutmainnah Basri (2013). Antropologi Budaya. From http://mutmannah94.blogspot.com/, 27 Agustus 2014
Katamila (2012). Antropologi Kesehatan. From http://katamila.blogspot.com/2012/06/antropologi-kesehatan.html, 27 Agustus 2014
Wikipedia (2014). Sosiologi. From http://id.wikipedia.org/wiki/Sosiologi, 27 Agustus 2014
Candra Utama (2012). Sosiologi Kesehatan. From http://childroaddotnet.wordpress.com/2012/02/06/sosiologi-kesehatan/, 27 Agustus 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar