KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nyalah
makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya, dengan judul “Inkubator Bayi”. Guna
memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan tugas.
Makalah ini juga tidak
terlepas dari bantuan semua pihak yang telah banyak memberikan saran, petunjuk,
dan bimbingan serta bantuan baik moril maupun materi secara langsung maupun
tidak langsung. Semoga bantuan dan kerjasama yang telah diberikan mendapat
balasan yang setimpal dari Tuhan.
Penulis sangat menyadari
bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,
dengan segala kerendahan hati penulis meminta kepada para pembaca dapat
memberikan kritik serta saran yang bersifat membangun demi penyempurnaan
makalah ini. Namun penulis berharap, para pembaca bisa mendapat informasi yang
banyak dari makalah ini.
Akhir kata,
semoga makalah ini dapat memberi banyak manfaat bagi para pembaca, demi
kemajuan dimensi pendidikan di Kota Makassar dan khususnya di Universitas Hasanuddin.
Makassar, November 2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR 1
DAFTAR ISI 2
BAB I – PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG 3
B.
TUJUAN 4
C.
RUMUSAN
MASALAH 4
BAB II – PEMBAHASAN
A.
PERANAN
FISIKA DALAM KESEHATAN 5
B.
PENGERTIAN
INKUBATOR BAYI 6
C.
FUNGSI
INKUBATOR BAYI 7
D.
PRINSIP
KERJA INKUBATOR BAYI 8
BAB III – PENUTUP
A.
KESIMPULAN 12
B.
SARAN 12
DAFTAR PUSTAKA 13
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Fisika
tentu saja telah sering kita dengar. Karena kita mempelajari ilmu fisika
sendiri mulai sejak SD, tetapi masih tergabung dalam IPA TEEPADU. Kemudian
barulah di tingkat SMP dan SMA fisika terpisah dari IPA TERPADU.
Di
dalam kehidupan kita sendiripun, kita tidak akan pernah lepas dari ilmu fisika.
Misalnya saja ketika kita mengangkat meja di situ terdapat prinsip energy,
usaha dan lain sebagainya. Jadi tentunya fisika itu sendiri sangat besar
pengaruhnya terhadap aktifitas kita sehari-hari.
Salah
satu penerapan fisika itu sendiri dalam kehidupan kita sehari-hari adalah dalam
bidang kesehatan.
Fisika
medis mejadi asing bagi telinga kita, karena hal ini mungkin tidak pernah kita
dengar sebelumnya saat mempelajari fisika di SMP maupun SMA. Secara harfiah
sendiri, fisika medis mempunyai makna ilmu fisika pada kesehatan, sehingga
cakupan fisika medis itu sendiri sangat luas sebanding dengan luasnya ilmu
kesehatan yang ada.
Sangat
perlu kita membahas mengenai peranan ini agar kita bisa mempersiapkan diri kita
di masa depan. Seiring berjalannya waktu maka teknologi dengan cakupan fisika
di dalamnya akan semakin berkembang.
Di
dalam makalah ini, penulis akan membahas mengenai peranan fisika dalam
kesehatan. Dan adapun contoh penerapannya yang diangkat dalam pembahasan kali
ini yaitu alat incubator bayi.
B. RUMUSAN
MASALAH
Adapun
beberapa rumusan yang telah dibuat untuk mengisi makalah ini adalah sebagai
berikut.
1.
Bagaimanakah
peranan fisika dalam kesehatan ?
2.
Apa yang
dimaksud dengan incubator bayi ?
3.
Apa
fungsi dari incubator bayi ?
4.
Bagaimana
prinsip kerja dari incubator bayi ?
C. TUJUAN
Berdasarkan
rumusan yang telah dibuat, maka makalah ini pun bertujuan untuk :
1.
Memberi
pengetahuan mengenai peranan fisika dalam kesehatan
2.
Memberi
pengetahuan mengenai incubator bayi
3.
Memberi
pengetahuan mengenai fungsi incubator bayi
4.
Memberi
pengetahuan mengenai prinsip kerja incubator bayi
5.
Menuntaskan
nilai sebagai syarat lulus pada mata kuliah ini
BAB II
PEMBAHASAN
A. PERANAN
FISIKA DALAM KESEHATAN
Segala
kegiatan dan aktifitas yang kita geluti sehari-hari di dalamnya pasti ada
penerapan ilmu fisika yang terjadi. Meskipun terkadang kita sendiri tidak
menyadari bahwa apa yang kita lakukan tersebut mengimplikasikan prinsip-prinsip
yang ada di dalam ilmu fisika, baik itu yang besar maupun yang kecil.
Berbicara
mengenai peranan fisika, salah satu cakupan yang penting dalam penerapannya
adalah pada bidang kesehatan. Hamper seluruh peralatan yang biasanya digunakan
dalam kesehatan itu menggunakan prinsip dalam ilmu fisika. Contoh kecilnya
adalah suntik. Di mana prinsip yang bekerja di dalamnya adalah prinsip tekanan
yang menarik cairan untuk masuk ke dalam jarum suntik tersebut.
Kesehatan
merupakan kebutuhan manusia sejak lahir. Kemajuan teknologi dituntut untuk
mendukung system kesehatan baik untuk rumah sakit hingga tingkat puskesmas.
Bila
kita ingin menelusuri segala penerapan fisika dalam kesehatan, akan membutuhkan
waktu yang tidak sedikit. Karena luas dari fisika medis itu sendiri sama luas
cakupannya dengan kesehatan yang ada pada umumnya.
Di
antara banyaknya peranan yang ada, makalah ini mengangkat salah satunya. Di
mana pembahasan kali ini akan mengubungan antara penerapan ilmu fisika dalam
kesehatan dengan teknologinya.
Adapun
pembahasan dalam makalah ini adalah mengenai incubator bayi yang tentunya
sangat bermanfaat dalam dunia kesehatan, khususnya dalam bidang persalinan ibu
hamil.
B. PENGERTIAN
INKUBATOR BAYI
Incubator
adalah alat yang dipanasi dengan aliran listrik pada suhu tertentu yang dipakai
untuk memerami telur, mikroba dan menghangatkan bayi yang lahir premature. Alat
ini dilengkapi dengan tombol pengatur suhu waktu untk memudahkan pengaturah
suhu yang dikehendaki.
Incubator
bayi adalah alat yang digunakan untuk mempertahankan kondisi lingkungan yang
cocok untuk bayi yang baru lahir, terutama pada kelahiran premature. Saat ini
masalah mengenai kelahiran premature bukanlah sesuatu hal yang baru lagi,
bahkan pada awal abad 16 dan 18 sudah terdapat makalah ilmiah yang membahas
mengenai kelahiran bayi premature atau sakit, yang tetap dilahirkan dan dirawat
di rumah tanpa adanya penanganan medis yang baik.
Incubator
bayi pertama kali dikembangkan pada pertengahan abad ke 19, berdasarkan
incubator yang digunakan untuk menetaskan telur ayam. Dr. Stephane Tarnier
adalah seorang dokter berkebangsaan Perancis yang dikenal sebagai bapak
incubator, setelah berhasil membuat incubator pertama yang digunakan untuk
menjaga bayi di rumah sakit bersalin di Paris tetap hangat. Metode yang
dikembangkan oleh Dr. Stephane Tarnier ini adalah metode penghangatan tertutup
yang pertama di dunia. Pada tahun 1931 Dr. A. Robert Bauer MD di rumah sakit
Henry Ford di Detroit, berhasil menggabungkan panas, kelembaban, kemudahan
perawatan dan kemudahan aksebilitas pada incubator.
Incubator
bayi merupakan salah satu metode dan sarana yang berfungsi untuk menunjang
keadaan bayi yang baru lahir, sehingga diharapkan setiap instansi kesehatan
yang berhubungan dengan proses persalinan ibu hamil dapat memiliki incubator
bayi.
Saat
ini incubator bayi yang beredar dan dijual di pasaran dapat dikelompokkan
menjadi dua jenis yaitu :
1.
Incubator
bayi sederhana
Incubator
bayi sederhana merupakan incubator yang banyak digunakan oleh instansi
kesehatan kelas menengah ke bawah. Incubator ini biasanya hanya terdiri dari box (kotak tempat bayi), penghangat dan
alat ukur suhu ruang.
2.
Incubator
bayi digital
Incubator
jenis ini merupakan pengembangan dari incubator bayi sederhana. Incubator ini
telah dilengkapi fasilitas tambahan yang dapat mengoptimalkan fungsi incubator
dalam menunjang keadaan bayi yang baru lahir. Dengan banyaknya fasilitas
barunya, membuat incubator bayi digital ini
menjadi mhal. Itulah sebabnya di Indonesia sendiri penyebaran incubator ini
masih belum merata.
C. FUNGSI
INKUBATOR BAYI
Perawatan
bayi pada saat setelah proses kelahiran merupakan hal yang sangat penting. Bayi
yang baru lahir mempunyai tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap lingkungan
disekitarnya apalagi dengan suhu udara di sekitarnya. Bayi yang baru lahir
dianjurkan untuk segera dihanduki sampai bersih lalu diselimuti sampai hangat
sebelum dimandikan atau ditimbang. Perawatan bayi baru lahir dalam hal menjaga
kehangatan tubuh bayi dianjurkan menggunakan kangguru, yaitu bayi dalam pelukan
sang ibu kulit bayi menempel pada kulit ibu layaknya hewan kangguru. Akan
tetapi tidak semua kondisi sang ibu dapat menerapkan metode ini. Hal ini disebabkan
oleh kondisi sang ibu yang kadang kala masih tidak sadarkan diri atau masih
terbaring lemas setelah proses kelahirannya. Maka ditemukanlah sebuah laat
untuk menjaga kondisi tubuh bayi yaitu incubator bayi.
Sebagaimana
yang kita ketahui bersama, fungsi utama dari incubator adalah mempertahankan
kehidupan bayi premature dengan menjaga suhu tubuh bayi tetap hangat seperti di
dalam rahim ibunya. Untuk itu, hal yang paling utama adalah memenuhi standar
keamanan incubator secara maksimal, menjaga keselamatan bayi dan memenuhi
kebutuhan utama bayi premature.
Selain
berfungsi sebagai penghangat, incubator juga berfungsi melindungi bayi dari
bahaya infeksi. Di tempat ini tersedia juga alat penyinaran sinar biru bagi
bayi premature yang mengalami peningkatan kadar bilirubin dalam darahnya seagai
akibat hati bayi yang belum bekerja sempurna.
Bayi
premature juga mendapat bantuan pernafasan dalam bentuk antuan oksigen dalam
jumlah tertentu. Hal ini pun harus ilakukan dengan hati-hati, sebab
keseimbangan jumlah oksigen pada bayi premature harus diperhatikan benar. Bila
jumlah oksigen pada bayi premature terlalu sedikit, jumlah karbondioksidanya
akan meningkat. Akibatnya, pembuluh daran di otak akan melebar, bahkan bisa
pecah dan mengakibatkan pendarahan di otak. Sebaliknya bila oksigen terlalu
banyak, maka pembuluh-pembuluh dara bisa menyempit dan mengakibatkan sel-sel
tubuh bayi kurang mendapat makanan.
D. PRINSIP
KERJA INKUBATOR BAYI
Secara
garis besar rancangan incubator terdiri dari dua bagian utama, yaitu :
1.
Pemanas
Pemanas
adalah alat yang digunakan untuk mengubah besaran listrik menjadi besaran
kalor(panas). Pemanas pada incubator menggunakan elemen pemanas setrika yang
terbuat dari kawat nikelin yan berupa lilitan sederhana yang terungkus lapisan
pembungkus. Pemanas ini dipilih karena harganya murah dan mudah didapatkan.
Selain itu elemen pemanas juga dapat menghasilkan panas yang tinggu dalam waktu
singkat jika dibandingkan dengan lampu pijar, karena lampu pijar hanya 90
persen dari keseluruhan energy yang berubah menjadi panas, sedangkan 10 persen
berubah menjadi cahaya. Sumber tegangan ini berasal dari tegangan AC 220V.
2.
Tempat
penghangatan bayi
Tempat
penghangatan bayi ini bibentuk seperti aquarium
dengan bagian atas yang tertutup, berbahan dasar acrylic, dan kerangka kotak yang terbuat dari aluminium. Sedangkan
bagian bawah kotak yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan rangkaian pemanas
dan rangkaian pengendali, terbuat dari triplek dan kayu yang dilapisi aluminium
foil.
Hal-hal
yang perlu diperhatikan dalam pembuatan tempat penghangatan bayi ini adalah
sebagai berikut.
a.
Suhu
dan kelembaban
Di
udara terdapat uap air yang berasal dari penguapan samudera (sumber utama).
Sumber lainnya berasal dari danau-danau, sungai, tumbuh-tumbuhan dan lain sebagainya.
Ada dua macam kelembaban udara, yaitu kelembaban udara absolute dan kelembaban
udara relative. Kelembaban udara absolute merupakan banyaknya uap air yang
terdapat di udara pada suatu tempat dan kelembaban udara relative adalah
perbandingan jumlah uap air dalam udara (kelembaban absolute) dengan kapasitas
udara untuk menampung uap air dalam suhu yang sama.
Relative Humidity (RH) secara umum mampu mewakili pengertian
kelembaban. Untuk mencari nilai RH, pertama harus diketahui Absolute Humidity. Kapasitas udara untuk
menampung uap air berbanding lurus dengan suhu udara, semakin tinggi suhu udara
semakin besar juga kapasitas udara untuk menampung uap air. Hal inilah yang
menyebabkan semakin tinggi suhu udara maka semakin kecil kelembaban udara. Pembacaan
100 persen RH berarti udara telah saturasi (seluruh kapasitas udara untuk
menampung uap air telah penuh).
b.
Sirkulasi
udara dan pemerataan penyebaran panas
Kotak
incubator yang dibuat harus memiliki saluran sirkulasi udara panas yang merata
di setiap sisinya, sehingga penyebaran panas dari ruang pemanas menuju ke dalam
ruang utama incubator dapat merata.
Pembuatan
ventilasi udara yng tepat juga dibutuhkan pada kotak incubator yang dibuat,
sehingga dapat terjadi sirkulasi udara panas di dalan incubator dengan udara di
luar incubator serta menjadi saluran masuknya oksigen ke dalam incubator.
Prinsip
kerja dari incubator bayi ini pada dasarnya bertujuan untuk mengendalikan suhu
dan kelembaban agar sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan oleh bayi baru lahir
premature.
Udara
masuk melewati lubang inlet, yang terletak pada sisi samping pada ruang
peralatan, udaraini kemudian dipanaskan oleh heater (filament) untuk kemudian
disirkulasikan ke dalam box bayi, bersama dengan uap air. Uap air ini
dihasilkan oleh reservoir air yang terdapat pada sisi dasar ruang peralatan.
Adapun jumlah uap air ini ditingkatkan oleh adanya hembusan dari fan (kipas)
yang terletak di samping reservoir air. Setelah melalui box bayi, sirkulasi
udara kemudian dikeluarkan melalui lubang-lubang keluaran yang terdapat pada
dasar sisi box bayi. Untuk memperlancar proses sirkulasi ini, maka dibutuhkan
fan yang fungsinya menarik udara panas dan uap air dari ruang bayi, keluar
melalui lubang-lubang keluaran yang terletak pada sisi samping ruang peralatan.
Adapun untuk mengarahkan aliran udara dan uap air menuju keluar, maka
dirancanglah duct. Dalam duct inilah fan ditempatkan.

Gambar
: proses kerja incubator
Keterangan :
1.
Saluran
udara masuk (inlet)
2.
Fan
1 (menghisap udara dari luar/inlet)
3.
Pemanas
(filamen)
4.
Reservoir
air
5.
Saluran
udara keluar (outlet) ruang incubator
6.
Fan
2 (menghisap udara keluar/outlet)
7.
Saluran
udara panas keluar (exhaust)
8.
Saluran
udara bersih
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Incubator
bayi adalah alat yang digunakan untuk mempertahankan kondisi lingkungan yang
cocok untuk bayi yang baru lahir, terutama pada kelahiran premature. Saat ini
masalah mengenai kelahiran premature bukanlah sesuatu hal yang baru lagi,
bahkan pada awal abad 16 dan 18 sudah terdapat makalah ilmiah yang membahas
mengenai kelahiran bayi premature atau sakit, yang tetap dilahirkan dan dirawat
di rumah tanpa adanya penanganan medis yang baik.
Incubator
bayi berfungsi untuk mempertahankan
kehidupan bayi premature dengan menjaga suhu tubuh bayi tetap hangat seperti di
dalam rahim ibunya, melindungi bayi dari bahaya infeksi dan member bantuan
pernafasan dalam bentuk antuan oksigen dalam jumlah tertentu.
B. SARAN
Sebagaimana
yang kita ketahui bahwa incubator bayi memiliki fungsi yang cukup penting.
Dengan alat ini kita bisa mengurangi AKB (Angka Kematian Bayi) yang lahir
secara premature. Oleh sebab itu, pengadaan incubator pada rumah sakit yang ada
di Indonesia perlu diperhatikan lagi agar penyebarannya bisa maksimal.
DAFTAR
PUSTAKA
Nurlandi, Farida. 2010. Jurnal Tugas Akhir Desain Produk : Desain
Inkubator Bayi Dengan Kontrol Otomatis Yang Ekonomis Untuk Klinik Persalinan.
Surabaya : Institut Teknologi Sepuluh November.
Sakti, Irwan Paundra. Akhmad Hendriawan,
ST, MT. Ir. Kemalasari, MT. Bambang Sumantri, ST, M.Sc. Manajemen dan Sistem Monitoring Inkubator Berbasis LAN. Surabaya :
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Institute Teknologi Sepuluh November
Surabaya.
https://www.scribd.com/doc/119448720/MAKALAH-FISIKA-KESEHATAN-Pemanfaatan-Konsep-Fisika-Dalam-Peralatan-Medis-1 dibaca pada tanggal 4-5 November 2014 dan
download tanggal 4 November 2014
http://repository.uksw.edu/jspui/bitstream/123456789/2355/3/T1_612007028_BAB%20II.pdf dibaca pada tanggal 4-5 November 2014 dan
download tanggal 4 November 2014
http://id.wikipedia.org/wiki/Inkubator dibaca pada tanggal 4-5 November 2014 dan
download tanggal 4 November 2014
http://s3.amazonaws.com/academia.edu.documents/33287168/Fungsi_Inkubator_Untuk_Bayi_Prematur.docx?AWSAccessKeyId=AKIAJ56TQJRTWSMTNPEA&Expires=1415110611&Signature=9l1aa%2B%2B38ySUwYP6w%2FaeD5Cinf0%3D dibaca pada tanggal 4-5 November 2014 dan
download tanggal 4 November 2014
mbk makasii ya, buat lewat nlog mbkk ini nova bisa dpt ilmunya mbk. ini sngt membantu saya mengerjakan tugas, krna sma dengan judul materi . thanks bnget
BalasHapus