Senin, 17 November 2014

Inkubator Bayi



KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nyalah makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya, dengan judul Inkubator Bayi”. Guna memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan tugas.
Makalah ini juga tidak terlepas dari bantuan semua pihak yang telah banyak memberikan saran, petunjuk, dan bimbingan serta bantuan baik moril maupun materi secara langsung maupun tidak langsung. Semoga bantuan dan kerjasama yang telah diberikan mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan.
Penulis sangat menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati penulis meminta kepada para pembaca dapat memberikan kritik serta saran yang bersifat membangun demi penyempurnaan makalah ini. Namun penulis berharap, para pembaca bisa mendapat informasi yang banyak dari makalah ini.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat memberi banyak manfaat bagi para pembaca, demi kemajuan dimensi pendidikan di Kota Makassar dan khususnya di Universitas Hasanuddin.


Makassar, November 2014



Penulis




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR                                                                                               1
DAFTAR ISI                                                                                                              2
BAB I – PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG                                                                                   3
B.     TUJUAN                                                                                                        4
C.     RUMUSAN MASALAH                                                                              4
BAB II – PEMBAHASAN
A.    PERANAN FISIKA DALAM KESEHATAN                                             5
B.     PENGERTIAN INKUBATOR BAYI                                                          6
C.     FUNGSI INKUBATOR BAYI                                                                     7
D.    PRINSIP KERJA INKUBATOR BAYI                                                      8
BAB III – PENUTUP
A.    KESIMPULAN                                                                                              12
B.     SARAN                                                                                                          12
DAFTAR PUSTAKA                                                                                                            13






BAB I
PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG

Fisika tentu saja telah sering kita dengar. Karena kita mempelajari ilmu fisika sendiri mulai sejak SD, tetapi masih tergabung dalam IPA TEEPADU. Kemudian barulah di tingkat SMP dan SMA fisika terpisah dari IPA TERPADU.
Di dalam kehidupan kita sendiripun, kita tidak akan pernah lepas dari ilmu fisika. Misalnya saja ketika kita mengangkat meja di situ terdapat prinsip energy, usaha dan lain sebagainya. Jadi tentunya fisika itu sendiri sangat besar pengaruhnya terhadap aktifitas kita sehari-hari.
Salah satu penerapan fisika itu sendiri dalam kehidupan kita sehari-hari adalah dalam bidang kesehatan.
Fisika medis mejadi asing bagi telinga kita, karena hal ini mungkin tidak pernah kita dengar sebelumnya saat mempelajari fisika di SMP maupun SMA. Secara harfiah sendiri, fisika medis mempunyai makna ilmu fisika pada kesehatan, sehingga cakupan fisika medis itu sendiri sangat luas sebanding dengan luasnya ilmu kesehatan yang ada.
Sangat perlu kita membahas mengenai peranan ini agar kita bisa mempersiapkan diri kita di masa depan. Seiring berjalannya waktu maka teknologi dengan cakupan fisika di dalamnya akan semakin berkembang.
Di dalam makalah ini, penulis akan membahas mengenai peranan fisika dalam kesehatan. Dan adapun contoh penerapannya yang diangkat dalam pembahasan kali ini yaitu alat incubator bayi.



B.  RUMUSAN MASALAH

Adapun beberapa rumusan yang telah dibuat untuk mengisi makalah ini adalah sebagai berikut.
1.    Bagaimanakah peranan fisika dalam kesehatan ?
2.    Apa yang dimaksud dengan incubator bayi ?
3.    Apa fungsi dari incubator bayi ?
4.    Bagaimana prinsip kerja dari incubator bayi ?

C.  TUJUAN

Berdasarkan rumusan yang telah dibuat, maka makalah ini pun bertujuan untuk :
1.    Memberi pengetahuan mengenai peranan fisika dalam kesehatan
2.    Memberi pengetahuan mengenai incubator bayi
3.    Memberi pengetahuan mengenai fungsi incubator bayi
4.    Memberi pengetahuan mengenai prinsip kerja incubator bayi
5.    Menuntaskan nilai sebagai syarat lulus pada mata kuliah ini








BAB II
PEMBAHASAN

A.  PERANAN FISIKA DALAM KESEHATAN

Segala kegiatan dan aktifitas yang kita geluti sehari-hari di dalamnya pasti ada penerapan ilmu fisika yang terjadi. Meskipun terkadang kita sendiri tidak menyadari bahwa apa yang kita lakukan tersebut mengimplikasikan prinsip-prinsip yang ada di dalam ilmu fisika, baik itu yang besar maupun yang kecil.
Berbicara mengenai peranan fisika, salah satu cakupan yang penting dalam penerapannya adalah pada bidang kesehatan. Hamper seluruh peralatan yang biasanya digunakan dalam kesehatan itu menggunakan prinsip dalam ilmu fisika. Contoh kecilnya adalah suntik. Di mana prinsip yang bekerja di dalamnya adalah prinsip tekanan yang menarik cairan untuk masuk ke dalam jarum suntik tersebut.
Kesehatan merupakan kebutuhan manusia sejak lahir. Kemajuan teknologi dituntut untuk mendukung system kesehatan baik untuk rumah sakit hingga tingkat puskesmas.
Bila kita ingin menelusuri segala penerapan fisika dalam kesehatan, akan membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Karena luas dari fisika medis itu sendiri sama luas cakupannya dengan kesehatan yang ada pada umumnya.
Di antara banyaknya peranan yang ada, makalah ini mengangkat salah satunya. Di mana pembahasan kali ini akan mengubungan antara penerapan ilmu fisika dalam kesehatan dengan teknologinya.
Adapun pembahasan dalam makalah ini adalah mengenai incubator bayi yang tentunya sangat bermanfaat dalam dunia kesehatan, khususnya dalam bidang persalinan ibu hamil.


B.  PENGERTIAN INKUBATOR BAYI

Incubator adalah alat yang dipanasi dengan aliran listrik pada suhu tertentu yang dipakai untuk memerami telur, mikroba dan menghangatkan bayi yang lahir premature. Alat ini dilengkapi dengan tombol pengatur suhu waktu untk memudahkan pengaturah suhu yang dikehendaki.
Incubator bayi adalah alat yang digunakan untuk mempertahankan kondisi lingkungan yang cocok untuk bayi yang baru lahir, terutama pada kelahiran premature. Saat ini masalah mengenai kelahiran premature bukanlah sesuatu hal yang baru lagi, bahkan pada awal abad 16 dan 18 sudah terdapat makalah ilmiah yang membahas mengenai kelahiran bayi premature atau sakit, yang tetap dilahirkan dan dirawat di rumah tanpa adanya penanganan medis yang baik.
Incubator bayi pertama kali dikembangkan pada pertengahan abad ke 19, berdasarkan incubator yang digunakan untuk menetaskan telur ayam. Dr. Stephane Tarnier adalah seorang dokter berkebangsaan Perancis yang dikenal sebagai bapak incubator, setelah berhasil membuat incubator pertama yang digunakan untuk menjaga bayi di rumah sakit bersalin di Paris tetap hangat. Metode yang dikembangkan oleh Dr. Stephane Tarnier ini adalah metode penghangatan tertutup yang pertama di dunia. Pada tahun 1931 Dr. A. Robert Bauer MD di rumah sakit Henry Ford di Detroit, berhasil menggabungkan panas, kelembaban, kemudahan perawatan dan kemudahan aksebilitas pada incubator.
Incubator bayi merupakan salah satu metode dan sarana yang berfungsi untuk menunjang keadaan bayi yang baru lahir, sehingga diharapkan setiap instansi kesehatan yang berhubungan dengan proses persalinan ibu hamil dapat memiliki incubator bayi.
Saat ini incubator bayi yang beredar dan dijual di pasaran dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu :
1.    Incubator bayi sederhana
Incubator bayi sederhana merupakan incubator yang banyak digunakan oleh instansi kesehatan kelas menengah ke bawah. Incubator ini biasanya hanya terdiri dari box (kotak tempat bayi), penghangat dan alat ukur suhu ruang.
2.    Incubator  bayi digital
Incubator jenis ini merupakan pengembangan dari incubator bayi sederhana. Incubator ini telah dilengkapi fasilitas tambahan yang dapat mengoptimalkan fungsi incubator dalam menunjang keadaan bayi yang baru lahir. Dengan banyaknya fasilitas barunya, membuat incubator bayi digital ini menjadi mhal. Itulah sebabnya di Indonesia sendiri penyebaran incubator ini masih belum merata.

C.  FUNGSI INKUBATOR BAYI

Perawatan bayi pada saat setelah proses kelahiran merupakan hal yang sangat penting. Bayi yang baru lahir mempunyai tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap lingkungan disekitarnya apalagi dengan suhu udara di sekitarnya. Bayi yang baru lahir dianjurkan untuk segera dihanduki sampai bersih lalu diselimuti sampai hangat sebelum dimandikan atau ditimbang. Perawatan bayi baru lahir dalam hal menjaga kehangatan tubuh bayi dianjurkan menggunakan kangguru, yaitu bayi dalam pelukan sang ibu kulit bayi menempel pada kulit ibu layaknya hewan kangguru. Akan tetapi tidak semua kondisi sang ibu dapat menerapkan metode ini. Hal ini disebabkan oleh kondisi sang ibu yang kadang kala masih tidak sadarkan diri atau masih terbaring lemas setelah proses kelahirannya. Maka ditemukanlah sebuah laat untuk menjaga kondisi tubuh bayi yaitu incubator bayi. 
Sebagaimana yang kita ketahui bersama, fungsi utama dari incubator adalah mempertahankan kehidupan bayi premature dengan menjaga suhu tubuh bayi tetap hangat seperti di dalam rahim ibunya. Untuk itu, hal yang paling utama adalah memenuhi standar keamanan incubator secara maksimal, menjaga keselamatan bayi dan memenuhi kebutuhan utama bayi premature.
Selain berfungsi sebagai penghangat, incubator juga berfungsi melindungi bayi dari bahaya infeksi. Di tempat ini tersedia juga alat penyinaran sinar biru bagi bayi premature yang mengalami peningkatan kadar bilirubin dalam darahnya seagai akibat hati bayi yang belum bekerja sempurna.
Bayi premature juga mendapat bantuan pernafasan dalam bentuk antuan oksigen dalam jumlah tertentu. Hal ini pun harus ilakukan dengan hati-hati, sebab keseimbangan jumlah oksigen pada bayi premature harus diperhatikan benar. Bila jumlah oksigen pada bayi premature terlalu sedikit, jumlah karbondioksidanya akan meningkat. Akibatnya, pembuluh daran di otak akan melebar, bahkan bisa pecah dan mengakibatkan pendarahan di otak. Sebaliknya bila oksigen terlalu banyak, maka pembuluh-pembuluh dara bisa menyempit dan mengakibatkan sel-sel tubuh bayi kurang mendapat makanan.

D.  PRINSIP KERJA INKUBATOR BAYI

Secara garis besar rancangan incubator terdiri dari dua bagian utama, yaitu :
1.    Pemanas
Pemanas adalah alat yang digunakan untuk mengubah besaran listrik menjadi besaran kalor(panas). Pemanas pada incubator menggunakan elemen pemanas setrika yang terbuat dari kawat nikelin yan berupa lilitan sederhana yang terungkus lapisan pembungkus. Pemanas ini dipilih karena harganya murah dan mudah didapatkan. Selain itu elemen pemanas juga dapat menghasilkan panas yang tinggu dalam waktu singkat jika dibandingkan dengan lampu pijar, karena lampu pijar hanya 90 persen dari keseluruhan energy yang berubah menjadi panas, sedangkan 10 persen berubah menjadi cahaya. Sumber tegangan ini berasal dari tegangan AC 220V.
2.    Tempat penghangatan bayi
Tempat penghangatan bayi ini bibentuk seperti aquarium dengan bagian atas yang tertutup, berbahan dasar acrylic, dan kerangka kotak yang terbuat dari aluminium. Sedangkan bagian bawah kotak yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan rangkaian pemanas dan rangkaian pengendali, terbuat dari triplek dan kayu yang dilapisi aluminium foil.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan tempat penghangatan bayi ini adalah sebagai berikut.
a.    Suhu dan kelembaban
Di udara terdapat uap air yang berasal dari penguapan samudera (sumber utama). Sumber lainnya berasal dari danau-danau, sungai, tumbuh-tumbuhan dan lain sebagainya. Ada dua macam kelembaban udara, yaitu kelembaban udara absolute dan kelembaban udara relative. Kelembaban udara absolute merupakan banyaknya uap air yang terdapat di udara pada suatu tempat dan kelembaban udara relative adalah perbandingan jumlah uap air dalam udara (kelembaban absolute) dengan kapasitas udara untuk menampung uap air dalam suhu yang sama.
Relative Humidity (RH) secara umum mampu mewakili pengertian kelembaban. Untuk mencari nilai RH, pertama harus diketahui Absolute Humidity. Kapasitas udara untuk menampung uap air berbanding lurus dengan suhu udara, semakin tinggi suhu udara semakin besar juga kapasitas udara untuk menampung uap air. Hal inilah yang menyebabkan semakin tinggi suhu udara maka semakin kecil kelembaban udara. Pembacaan 100 persen RH berarti udara telah saturasi (seluruh kapasitas udara untuk menampung uap air telah penuh).
b.    Sirkulasi udara dan pemerataan penyebaran panas
Kotak incubator yang dibuat harus memiliki saluran sirkulasi udara panas yang merata di setiap sisinya, sehingga penyebaran panas dari ruang pemanas menuju ke dalam ruang utama incubator dapat merata.
Pembuatan ventilasi udara yng tepat juga dibutuhkan pada kotak incubator yang dibuat, sehingga dapat terjadi sirkulasi udara panas di dalan incubator dengan udara di luar incubator serta menjadi saluran masuknya oksigen ke dalam incubator.

Prinsip kerja dari incubator bayi ini pada dasarnya bertujuan untuk mengendalikan suhu dan kelembaban agar sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan oleh bayi baru lahir premature.
Udara masuk melewati lubang inlet, yang terletak pada sisi samping pada ruang peralatan, udaraini kemudian dipanaskan oleh heater (filament) untuk kemudian disirkulasikan ke dalam box bayi, bersama dengan uap air. Uap air ini dihasilkan oleh reservoir air yang terdapat pada sisi dasar ruang peralatan. Adapun jumlah uap air ini ditingkatkan oleh adanya hembusan dari fan (kipas) yang terletak di samping reservoir air. Setelah melalui box bayi, sirkulasi udara kemudian dikeluarkan melalui lubang-lubang keluaran yang terdapat pada dasar sisi box bayi. Untuk memperlancar proses sirkulasi ini, maka dibutuhkan fan yang fungsinya menarik udara panas dan uap air dari ruang bayi, keluar melalui lubang-lubang keluaran yang terletak pada sisi samping ruang peralatan. Adapun untuk mengarahkan aliran udara dan uap air menuju keluar, maka dirancanglah duct. Dalam duct inilah fan ditempatkan.

inkubator bayi.jpg
Gambar : proses kerja incubator

Keterangan :
1.    Saluran udara masuk (inlet)
2.    Fan 1 (menghisap udara dari luar/inlet)
3.    Pemanas (filamen)
4.    Reservoir air
5.    Saluran udara keluar (outlet) ruang incubator
6.    Fan 2 (menghisap udara keluar/outlet)
7.    Saluran udara panas keluar (exhaust)
8.    Saluran udara bersih


















BAB III
PENUTUP

A.  KESIMPULAN

Incubator bayi adalah alat yang digunakan untuk mempertahankan kondisi lingkungan yang cocok untuk bayi yang baru lahir, terutama pada kelahiran premature. Saat ini masalah mengenai kelahiran premature bukanlah sesuatu hal yang baru lagi, bahkan pada awal abad 16 dan 18 sudah terdapat makalah ilmiah yang membahas mengenai kelahiran bayi premature atau sakit, yang tetap dilahirkan dan dirawat di rumah tanpa adanya penanganan medis yang baik.
Incubator bayi berfungsi untuk  mempertahankan kehidupan bayi premature dengan menjaga suhu tubuh bayi tetap hangat seperti di dalam rahim ibunya, melindungi bayi dari bahaya infeksi dan member bantuan pernafasan dalam bentuk antuan oksigen dalam jumlah tertentu.

B.  SARAN

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa incubator bayi memiliki fungsi yang cukup penting. Dengan alat ini kita bisa mengurangi AKB (Angka Kematian Bayi) yang lahir secara premature. Oleh sebab itu, pengadaan incubator pada rumah sakit yang ada di Indonesia perlu diperhatikan lagi agar penyebarannya bisa maksimal.




DAFTAR PUSTAKA

Nurlandi, Farida. 2010. Jurnal Tugas Akhir Desain Produk : Desain Inkubator Bayi Dengan Kontrol Otomatis Yang Ekonomis Untuk Klinik Persalinan. Surabaya : Institut Teknologi Sepuluh November.
Sakti, Irwan Paundra. Akhmad Hendriawan, ST, MT. Ir. Kemalasari, MT. Bambang Sumantri, ST, M.Sc. Manajemen dan Sistem Monitoring Inkubator Berbasis LAN. Surabaya : Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Institute Teknologi Sepuluh November Surabaya.
https://www.scribd.com/doc/119448720/MAKALAH-FISIKA-KESEHATAN-Pemanfaatan-Konsep-Fisika-Dalam-Peralatan-Medis-1 dibaca pada tanggal 4-5 November 2014 dan download tanggal 4 November 2014
http://repository.uksw.edu/jspui/bitstream/123456789/2355/3/T1_612007028_BAB%20II.pdf dibaca pada tanggal 4-5 November 2014 dan download tanggal 4 November 2014
http://id.wikipedia.org/wiki/Inkubator dibaca pada tanggal 4-5 November 2014 dan download tanggal 4 November 2014




1 komentar:

  1. mbk makasii ya, buat lewat nlog mbkk ini nova bisa dpt ilmunya mbk. ini sngt membantu saya mengerjakan tugas, krna sma dengan judul materi . thanks bnget

    BalasHapus